Infrastruktur Desa Ragung
MASJID
Salah satu wujud dari kemajuan suatu desa adalah
dengan adanya sarana dan prasarana yang memadai. Sarana dan prasaran sendiri
merupakan dua hal yang sangat penting dalam proses pembangunan desa. Minimnya
ketersediaan sarana dan prasarana adalah salah satu penyebab situasi pilu yang
ada didesa.
Belum lagi banyaknya program pembangunan didesa yang ternyata tidak terlaksana dengan baik. Untuk mengatasi masalah yang ada, pemerintah desa Ragung meningkatkan kualitas dari sarana dan prasarana yang ada. Salah satunya dengan pembangunan masjid dan pengembangan sarana yang ada dalam masjid tersebut. Pembangunan sarana prasarana berupa masjid ini bertujuan untuk memotivasi masyarakat supaya lebih giat beribadah.
Belum lagi banyaknya program pembangunan didesa yang ternyata tidak terlaksana dengan baik. Untuk mengatasi masalah yang ada, pemerintah desa Ragung meningkatkan kualitas dari sarana dan prasarana yang ada. Salah satunya dengan pembangunan masjid dan pengembangan sarana yang ada dalam masjid tersebut. Pembangunan sarana prasarana berupa masjid ini bertujuan untuk memotivasi masyarakat supaya lebih giat beribadah.
Pembangunan masjid adalah suatu bentuk kepedulian
pemerintah daerah kepada masyarakat. Bentuk kepedulian ini dapat telihat dari
adanya pembangunan masjid di sebuah desa. Masjid di desa Ragung dibangun supaya
masyarakat dapat beribadah dengan aman, nyaman dan tenang karena sebagian besar
masyarakat desa Ragung beragama Islam. Selain itu pembangunan masjid ini hanya
digunakan untuk sholat lima waktu, sholat Jum’atan, sholat Idul Fitri dan Idul
Adha. Untuk kegiatan mengaji biasanya tidak dilakukan di masjid dikarenakan
sudah dibangunnya bangunan berupa madrasah yang digunakan pada sore hari dan
juga terdapat mushola yang digunakan sebagai tempat mengaji ketika malam hari.
Desa Ragung terdiri dari sembilan dusun yaitu dusun
Ragung Timur, Ragung Barat, Ragung Utara, Ragung Selatan, Tokotoh, Capo, Gubbu
Barat, Gubbu Timur, dan Taman. Terdapat
satu masjid yang bernama masjid “Ar-Rohman” di dusun Ragung yang biasanya
digunakan oleh warga dari dusun Ragung Timur, Ragung Barat, Ragung Utara, dan
Ragung Selatan. Masjid Ar Rohman berukuran besar sehingga dapat menampung
seluruh warga dusun Ragung yang akan beribadah di masjid. Masjid ini akan
dipenuhi oleh warga dusun Ragung ketika sholat Jum’at berlangsung. Selain
sholat Jum’at, masjid akan dipenuhi pada perayaan hari besar islam khusunya
idul fitri dan idul adha.
Di dusun Taman terdapat satu masjid yang bernama
masjid “Darul Mutaqin” yang terletak di sebelah jalan raya sehingga mudah
dijangkau oleh warga yang ingin beribadah disini atau pendatang yang kebetulan
lewat dusun Taman. Di dusun Tokotoh dan Capo juga terdapat satu masjid yang
berdiri dan digunakan oleh warga dusun Tokotoh atau Capo untuk beribadah.
Masjid yang terakhir terdapat di dusun Gubbu Barat yang berjumlah dua masjid
dan biasanya digunakan oleh warga dusun Gubbu Barat dan juga Gubbu Timur untuk
beribadah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jumlah masjid di desa Ragung
berjumlah lima masjid dan tidak semua dusun mempunyai masjid dikarenakan
letaknya yang berdekatan sehingga pembangunan masjid cukup dilakukan di satu
dusun yang dapat mewakili dan digunakan oleh warga dusun lain yang letaknya
berdekatan dengan tempat masjid dibangun.
TPS (TEMPAT PEMBUANGAN
SAMPAH)
TPS atau biasanya disebut sebagai
tempat pembuangan sampah adalah salah satu sarana pasarana yang terdapat di
sebuah desa. TPS ini biasanya digunakan sebagai tempat pembuangan akhir dari
limbah rumah tangga masyarakat yang bermukim di sebuah wilayah atau desa.
Limbah rumah tangga dari masing-masing rumah akan ditampung di tempat sampah
yang disediakan oleh pemilik rumah kemudian akan dibuang ke tempat pembuangan
sampah (TPS) jika sampah sudah menumpuk.
Desa Ragung sendiri memiliki 15 TPS
(Tempat Pembuangan Sampah) yang tersebar di seluruh wilayah desa Ragung yang
meliputi sembilan dusun yaitu dusun Ragung Timur, Ragung Barat, Ragung Utara,
Ragung Selatan, Tokotoh, Capo, Gubbu Barat, Gubbu Timur, dan Taman. TPS disini
terbuat dari semen dan bata sehingga TPS akan lebih kokoh. TPS di Desa Ragung
baru dibangun pada bulan Juli 2018. Sebelum ada TPS masyarakat di Desa Ragung
biasanya membuang sampah pada lahan kosong yang tidak digunakan kemudian sampah
akan dibakar jika sudah menumpuk. Selain membuang sampah pada lahan kosong,
warga desa juga ada yang membuang sampah di waduk tadah hujan yang biasanya
digunakan untuk mandi dan mencuci baju. Oleh karena itu, TPS juga dibangun di
sekitar waduk untuk menjaga kebersihan waduk. Pembangunan TPS ini juga dapat
mempermudah masyarakat untuk membuang sampah sehingga lingkungan akan lebih
bersih.
Anggota KKN Tematik Universitas
Trunojoyo Madura tahun ajaran 2018/2019 khususnya kelompok 67 mengecat TPS yang
telah dibangun di Desa Ragung. Pengecetan ini dilakukan dengan tujuan agar TPS
lebih terihat menarik dan tidak monoton seperti TPS-TPS yang lain sehingga
masyarakat akan dengan senang hati membuang sampah pada tempat yang telah
disediakan.
JALAN
Jalan merupakan salah satu
infrastruktur yang sangat penting bagi sebuah negara. Karena dengan adanya
jalan mampu menghubungkan suatu wilayah dengan wilayah lain. Sehingga
mempermudah manusia untuk memenuhi kebutuhanya seperti melakukan aktifitas,
berpergian, bekerja, dll. Seiring dengan perkembangan kebutuhan manusia, sistem
jalan baik di perkotaan, di suatu kawasan, maupun antar kota, provinsi dan
antar desa mengalami perkembangan yang pesat dari segi jumlah ruas jalan,
panjang, maupun teknologi konstruksi.
Di Desa Ragung. Kec, Panggarengan.
Kab, Sampang akses untuk menuju jalan utama sudah sangat baik, beraspal dan
luas, sehinga mudah dilalui disamping itu juga terdapat hamparan tambak garam
yang luas dan indah disamping kanan dan kiri jalan. Sehingga biasanya jalan
tersebut sering digunakan untuk perlombaan balap liar oleh pemuda yang berasal
dari luar Desa Ragung.
Namun, sebagian dari Desa Ragung tepatnya di Dsn
Tokotoh, masih terdapat jalan yang berbatu dikarenakan berada dalam dataran
yang tinggi yang membuat jalan tidak rata dan sulit untuk dilalui. Selain itu
juga jalan untuk menuju dusunnya pun sangat sempit dikarenakan masih banyak
pepohonan di sekelilingnya.
Kemudian untuk jalan didalam desanya sudah beraspal
dan cukup baik tetapi banyak yang mengalami kerusakan hal ini biasanya di
sebabkan karena air hujan yang jatuh ke permukaan jalan dan membuat jalan
berlubang sehingga mengalami kerusakan jalan.
Komentar
Posting Komentar