Tambak Ikan
Desa Ragung terletak di Kecamatan Pangarengan
Kabupaten Sampang, sebagian besar wilayah Desa Ragung adalah berupa tanah
daratan dengan struktur tanah lempung berpasir. Dengan kondisi tanah yang
seperti itu maka mata pencaharian penduduk di Desa Ragung sebagian besar masih
berada di sektor pertanian.
Hal ini menunjukkan bahwa sektor pertanian memegang
peranan penting dalam bidang ekonomi masyarakat. Namun selain itu masyarakat
Desa Ragung juga mempunyai bidang sektor perikanan dengan memanfaatkan lahan
yang ada disekitar desa. Dengan demikian potensi sosial ekonomi desa masyarakat
Desa Ragung perlu di tingkatkan oleh karena itu masyarakat Desa Ragung
berinisiatif untuk mengelola tanah sekitar desa dengan cara membuat tambak yang
dapat meningkatkan jaminan ekonomi melalui badan BUMDES yaitu Badan Usaha Milik
Desa.
Tambak yang ada di Desa Ragung membudidayakan
berbagai macam ikan air tawar yakni ikan bandeng, ikan tawes, ikan nila dan
ikan mas. Karena jenis ikan – ikan tersebut memiliki keunggulan seperti pertumbuhannya yang tidak sulit.
Pembudidayaan ikan dilakukan dengan pola tradisional. Adapun tahapan – tahapan
dalam membudidayakan ikan sebagai berikut
1. Persiapan
Tambak
Persiapan
lahan adalah proses penyiapan lahan tambak mulai pengeringan lahan sampai siap
ditebar benih untuk pembesaran ikan ikan. Persiapan tambak sangat menentukan
keberhasilan budidaya ikan. Tahapan dalam persiapan tambak yakni memperbaiki
sarana dan prasarana yang ada di tambak, pengeringan lahan, pengangkatan
lumpur, pengapuran tanah, pemupukan dan pengisian air sebelum benih ikan
ditebar.
2. Persiapan
Benih
Dalam
persiapan benih ikan yang akan ditanam dalam proses pembesaran tersapat
beberapa tahapan kegiatan yang harus dilakukan kegiatan peneneran dan kegiatan
penggelondongan.
3. Penebaran
Benih
Faktor
– faktor penebaran benih yang harus diperhatikan adalah Padat tebar, waktu
penebaran, dan aklimatisasi.
4. Pemberian
Pakan
Pemberian
pakan pada ikan ikan di Desa Ragung secara alami yakni menggunakan plangton
atau tumbuhan – tumbuhan yang ada disekitar tambak sehingga tidak perlu
mengeluarkan banyak biaya untuk pemberian pakan ikan.
5. Monitoring
Pertumbuhan
Monitoring
Pertumbuhan ikan dalam tambak dilakukan dengan cara mengontrolan tambak secara
berkala dan berkelanjutan dan melakukan perawatan dengan baik selama peliharaan
yaitu pengaturan air dam mengamati hama dan penyakit yang sering mengganggu
kegiatan budidaya ikan.
6. Pemanenan
Setelah
ikan mencapai ukuran konsumsi, maka akan dilakukan pemanenan, Panen dapat
dilakukan secara bertahap (selektif) maupun secara total.
Komentar
Posting Komentar